.
DAFTAR PERUSAHAAN

Steelindonesia.com telah membangun sebuah Bank Data tentang informasi perusahaan yang terkait dengan kegiatan bisnis di Industri Baja.

Secara sistematis data perusahaan dikelompokkan sesuai dengan bidangnya, dan terintregasi dengan data dan kebutuhan antar perusahaan.

Melalui program online yang disediakan maka setiap perusahaan yang tercatat dalam kategori perusahaan akan dapat dengan mudah untuk melakukan pendaftaran dan update data secara online.

Tentu saja keberhasilan steelindonesia.com dalam memberikan informasi yang benar dan terkini dibutuhkan kerjasama dari stakeholder yang terlibat, sehingga melalui media ini seluruh lapisan masyarakat dapat mencari dan memanfaatkan informasi yang tersedia.



Cari Nama Perusahaan :

DAFTAR HARGA

Peredaran harga baja secara nasional dapat berubah secara tiba-tiba, sehingga masyarakat tidak bisa mengikuti informasinya dengan cepat hal ini disebabkan tidak tersedianya media informasi yang menyajikan khusus tentang harga baja (pasar) beserta perubahannya secara online.

Keadaan yang terjadi pihak pabrikan juga masih enggan untuk berbagi informasi tentang harga baja secara terbuka, budaya saling tunggu dan membandingkan masih berlaku sampai saat ini menetapkan harga baja.

Hal ini tentunya berdampak kepada minimnya penyediaan informasi mengenai harga baja secara nasional. Sehingga masyarakat sangat kesulitan untuk mendapatkan informasi harga baja yang terkini.

Oleh karena itu steelindonesia.com melalui media online ini juga berusaha untuk memberikan informasi mengenai daftar harga baja secara nasional, dan data yang ditampilkan adalah hasil investigasi ke beberapa pabrikan nasional dikombinasi dengan harga baja ritel yang berlaku di tengah-tengah masyarakat.


INFO SPESIFIKASI BAJA
Tentang SNI
  1. Standar Nasional Indonesia (disingkat SNI) adalah satu-satunya standar yang berlaku secara nasional di Indonesia. SNI dirumuskan oleh Panitia Teknis dan ditetapkan oleh BSN.
  2. Agar SNI memperoleh keberterimaan yang luas antara para stakeholder, maka SNI dirumuskan dengan memenuhi WTO Code of good practice, yaitu:
    • Openess (keterbukaan): Terbuka bagi agar semua stakeholder yang berkepentingan dapat berpartisipasi dalam pengembangan SNI;
    • Transparency (transparansi): Transparan agar semua stakeholder yang berkepentingan dapat mengikuti perkembangan SNI mulai dari tahap pemrograman dan perumusan sampai ke tahap penetapannya . Dan dapat dengan mudah memperoleh semua informsi yang berkaitan dengan pengembangan SNI;
    • Consensus and impartiality (konsensus dan tidak memihak): Tidak memihak dan konsensus agar semua stakeholder dapat menyalurkan kepentingannya dan diperlakukan secara adil;
    • Effectiveness and relevance: Efektif dan relevan agar dapat memfasilitasi perdagangan karena memperhatikan kebutuhan pasar dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
    • Coherence: Koheren dengan pengembangan standar internasional agar perkembangan pasar negara kita tidak terisolasi dari perkembangan pasar global dan memperlancar perdagangan internasional; dan
    • Development dimension (berdimensi pembangunan): Berdimensi pembangunan agar memperhatikan kepentingan publik dan kepentingan nasional dalam meningkatkan daya saing perekonomian nasional.
(sumber Strategi BSN 2006-2009)

DAFTAR PRODUK

Sampai saat ini di Indonesia belum ada pihak yang sanggup menyediakan informasi data tentang produk-produk dan spesifikasi baja, khususnya baja yang diproduksi oleh pabrikan lokal.

Kalaupun ada info produk yang tersedia karena dari pihak pabrikan membuka informasi produknya untuk umum secara online dan itupun tidak update artinya ada produk yang sudah tidak diproduksi atau ada produk baru tidak diinformasikan dengan cepat, sehingga masyarakat sebagai pengguna informasi tidak mendapatkan data yang benar dan up to date.

Dalam hal ini Steelindonesia.com selaku pihak penyedia data dan informasi tentang dunia perbajaan, telah dan terus melakukan researh dan survei langsung ke lapangan mengenai ketersediaan produk dan spesifikasi besi/baja, baik melalui kunjungan dan wawancara maupun pengumpulan brosur dan produk katalog dari pihak pabrikan, dan data-data dari pabrikan lokal telah berhasil dirangkum dan ditampilkan secara online.


INFO BESI TUA

Usaha dibidang limbah khususnya besi / baja bekas di tanah air mulai bergairah hal ini ditunjukan dengan mulai ramainya informasi yang beredar ditengah-tengah masyarakat.

Namun kegiatan usaha di besitua tidak dibarengi dengan ketersediaan mengenai data besitua yang berlaku di pasar lokal maupun internasional, hal ini menjadikan sedikit kendala bagi pihak-pihak yang akan melakukan transaksi bisnis dibidang ini.

Melalui media online steelindonesia telah menyediakan informasi mengenai pengelompokan besitua berdasarkan kelas dan kebutuhan pihak pabrikan. Dan data yang dihimpun juga berdasarkan hasil research dan survei ke beberapa pabrikan yang memiliki kebutuhan besitua bersekala besar sebagai bahan utama untuk memproduski baja/besi. Bahkan steelindonesia.com berhasil menyediakan informasi harga besitua yang berlaku di pasar lokal.


Diskon Biaya Pemasangan Iklan hingga 40%
Berita Seputar Industri Besi dan Baja

Ini daftar investor asing sektor logam 2012

JAKARTA. Industri logam masih menjadi tujuan investasi asing paling besar di Nusantara. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yang diperoleh KONTAN, penanaman modal asing (PMA) untuk industri logam mulai tahun ini mencapai US$ 10.390 juta. Jika dirupiahkan dengan kurs Rp 9.000 per dolar, nilai investasi ini mencapai Rp 93,51 triliun.

Nilai investasi PMA terbesar kedua mengalir ke industri hasil hutan dan perkebunan, yaitu US$ 1.333,60 juta atau senilai Rp 12 triliun. Berikutnya, investasi PMA mengucur ke industri makanan dan minuman US$ 231,1 juta (Rp 2,08 triliun), industri barang dari semen US$ 70,87 juta (Rp 637,83 miliar), serta industri otomotif US$ 70,80 juta (Rp 637,2 miliar) .

Sisanya, investasi asing mengalir ke sektor industri peralatan teknik dan motor listrik US$ 34,20 juta (Rp 307,8 miliar), industri tekstil US$ 18,07 juta (Rp 162,63 miliar), industri barang kimia US$ 3,65 juta (Rp 3,29 miliar), serta industri barang dari plastik US$ 3,30 juta (Rp 29,7 miliar). Maka, total investasi PMA di Indonesia tahun 2012 ini mencapai total US$ 12.155,59 juta alias sekitar Rp 109,4 triliun.

Nah, khusus di industri logam, investasi terbesar dilakukan oleh PT Krakatau Posco. Perusahaan kongsi antara PT Krakatau Steel Tbk (KS) dengan Pohang Iron and Steel Co (Posco) asal Korea Selatan ini membenamkan investasi hingga US$ 6.000 juta atau sekitar Rp 54 triliun.

 

Kredit alat berat di 2011 tumbuh melesat

JAKARTA. Kredit alat berat di perusahaan pembiayaan (multifinance) tumbuh melesat melebihi ekspektasi. Padahal, bisnis ini terkendala banyak hambatan, seperti bencana tsunami di Jepang. Manajemen perusahaan multifinance optimistis, pembiayaan alat berat pada tahun ini bakal tumbuh tinggi.

Naga Sujady, Kepala Divisi keuangan Surya Artha Nusantara (SAN) Finance mengatakan, sepanjang tahun 2011, SAN menyalurkan pembiayaan alat berat sebesar Rp 4,6 triliun. Jumlah itu tumbuh 147% ketimbang realisasi tahun 2010, serta melebihi target pertumbuhan 20%.

Sebenarnya, bisnis ini sempat terkendala pasokan. Ini akibat bencana tsunami di Jepang pada Maret 2011. Syukurlah, hal itu hanya berlangsung singkat dan pasokan bisa normal kembali mulai semester kedua tahun lalu.

Apalagi, permintaan alat berat dari industri perkebunan dan pertambangan semakin banyak pada semester kedua tahun lalu. Naga bilang, pemesanan alat berat di daerah-daerah semakin merata. "Dulu Kalimantan sangat dominan, tapi sekarang tidak," kata Naga, akhir pekan lalu.

Kini, permintaan alat berat dari Sumatra dan Indonesia bagian timur semakin besar. Pasar alat berat di Kalimantan tinggal 60% dari sebelumnya sekitar 80%. Sedangkan pasar di Sumatera mencapai 20% dan sisanya tersebar di Indonesia bagian timur.

 

BNBR akan jual tiga anak usaha

JAKARTA. PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) menyapih tiga anak usahanya. BNBR berniat melepas kepemilikan sahamnya di PT Bakrie Tosanjaya, PT Bakrie Pipe Industries (BPI) dan PT South East Asia Pipe Industries (SEAPI).

Mekanisme penjualan saham ketiga perusahaan tersebut tidak sama. Direktur Keuangan BNBR, Eddy Soeparno, menyatakan, Bakrie Tosanjaya yang bergerak di bisnis pabrikasi besi cor, merupakan satu-satunya anak usaha yang akan ditawarkan melalui initial public offering (IPO). Dalam rencana terkini BNBR, IPO Bakrie Tosanjaya digelar antara akhir tahun ini hingga awal tahun depan.

Namun, BNBR belum menentukan jumlah kepemilikan yang akan dilepas di IPO. Saat ini, porsi kepemilikan BNBR di Tosanjaya adalah 99,99%. "Yang jelas, kami akan mempertahankan porsi kepemilikan saham mayoritas," ujar dia, kemarin (10/1).

Yang juga sudah terungkap adalah target perolehan dana IPO Bakrie Tosanjaya, yaitu Rp 1 triliun. Target itu terbilang ambisius mengingat nilai aset Tosanjaya kini berkisar Rp 457,43 miliar. Tanpa mengungkap caranya, BNBR menargetkan nilai aset Bakrie Tosanjaya bisa mencapai Rp 2,5 triliun, saat IPO.

 
Berita terkait lainnya...


 
Halaman Utama | Info Perusahaan | Info Produk | Info Harga
Penyangkalan | Kebijakan Privasi | Syarat dan Ketentuan | Hak Cipta © 2008-2011 Global Infotech Solusindo