Pembuatan Baja dan Sifat Baja

 

A.   Pembuatan baja

Tahap pertama adalah bijih besi (iron ore) dan kokas (coke) dicampur dan dipanaskan hingga menghasilkan sinter.

Lalu sinter dan batu kapur (limestone) dicampur dan dimasukan ke blast furnace dan dipanaskan pada suhu tinggi sampai menghasilkan besi cair.

Besi cair diatas lalu dicampur dengan besi dan baja bekas dan dilelehkan di dalam electric Arc Furnace (EAF).

Bahan bahan non-logam yang tidak diinginkan ditekan kandungannya dengan menambahkan bahan bahan khusus.

Reaksi kimia antara bahan khusus tersebut dengan unsur non-logam, mengakibatkan keduanya melekat dan terangkat ke permukaan yang akhirnya dibuang dinamakan mill scale.

Setelah itu, besi cair dicampur dengan deoxidant untuk mengendalikan gas gas yang terlarut.

Lalu dari furnace dituang ke ladle, untuk selanjutnya dituang kecetakan cetakan produk setengah jadi (slab, bloom, beam blank, dll).

 

B.   Casting dan Forging

Pembuatan baja dengan system cetak langsung (casting)   biasanya dilakukan dalam jumlah yang tidak terlalu banyak, maksimal 30 50 ton.

Penggunaan pun dalam praktiknya tidak banyak, hanya untuk penggunaan khusus seperti untuk aksesoris dan peralatan M/E.

Forging adalah pembuatan material baja dengan menggunakan bloom atau billet sebagai bahan baku yang dipanaskan sampai dalam kondisi austenite dan dibentuk dengan system tekanan (press) mekanik sampai menjadi bentuk yang diinginkan. Contoh hasil forging ini adalah pipa seamless.

 

C.   Rolling

Dalam praktiknya rolling sangat luas digunakan, contohnya adalah dalam produksi pelat yang terbuat dari bahan baku slab.

Beam blank dan billet biasanya digunakan untuk pembuatan profil profil standar seperti siku, IWF, dan lain lain. 

Produk produk setengah jadi biasanya di rolling pada kondisi austenite.


INTRODUCTION | KOMPOSISI KIMIA BAJA | HEAT TREATMENT

PEMBUATAN BAJA DAN SIFAT BAJA | PENJELASAN SIFAT-SIFAT MEKANIS BAJA