Selamat datang di steelindonesia.com,  Join free | Sign in 
 
Berita Seputar Industri Besi dan Baja

Asosiasi : Peraturan Impor Besi dan Baja Perlu Revisi

10 Januari 2011

 

TEMPO Interaktif, Jakarta -Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia menyatakan peraturan menteri perdagangan tentang ketentuan impor besi dan baja, memerlukan beberapa revisi. Co-Chairman The Indonesia Iron and Steel Industry Association (IISIA)  Ismail Mandry mengatakan, aturan menteri perdagangan (permendag) nomor 54 tahun 2010 ini adalah  perpanjangan dari peraturan nomor 8 tahun 2009. "Perpanjangan ini merupakan permintaan asosiasi dan dengan peraturan ini importasi akan lebih teratur," katanya ketika dihubungi wartawan, Senin (10/1).

Perpanjangan pertama ini perlu direvisi agar bisa menampung kepentingan industri baik hulu maupun hilir. Hingga kini, beberapa produk baja belum bisa diproduksi di dalam negeri. Meski demikian, produk ini belum mendapat perhatian dari pemerintah. Peraturan ini juga diharapkan menampung kepentingan industri hilir agar bisa berkembang.

Peraturan kementerian perdagangan mengatur tata niaga impor besi dan baja. Dalam peraturan ini impor hanya dapat dilakukan oleh importir terdaftar (IT) dan importir produsen (IP) yang terdaftar sebagai IT/IP khusus besi atau baja. Implikasi dari peraturan ini tidak semua importir bisa melakukan impor besi atau baja. "Dengan begini maka pasar dalam negeri tidak terdistorsi produk impor. Jadi suplai dan demand bisa terkontrol," ujarnya.

Ismail menegaskan peraturan ini tidak sama dengan pelarangan impor. Jika sifatnya pelarangan, maka aturan ini bertentangan dengan ketentuan WTO. Aturan itu hanya bersifat mengatur ada tata impor supaya proses impor benar-benar terkontrol. Ia optimistis peraturan ini memicu pertumbuhan positif dalam industri baja.

Kementerian perdagangan mengeluarkan peraturan menteri perdagangan nomor 54 tahun 2010 tentang ketentuan impor besi dan baja. Aturan ini mengacu kepada peraturan nomor 21/M-DAG/PER/6/2009 yang merupakan perubahan atas Permendag Nomor 08/M-DAG/PER/2/2009.

Perpanjangan peraturan dikeluarkan untuk menahan laju impor baja dan besi ilegal sehingga diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri nasional sekaligus meningkatkan utilisasi produksi di dalam negeri. Setiap perusahaan pengimpor hanya dapat memiliki satu IP/IT besi atau baja. Setiap impor juga harus diverifikasi oleh surveyor pelabuhan sebelum dikapalkan.

Direktur Logam Kementerian Perindustrian sebelumnya menyatakan peraturan pembatasan impor ini cukup efektif menekan impor baja. Data Badan Pusat Statistik menyebutkan nilai impor besi dan baja selama 2008 mencapai US$11,64 miliar. Nilai impor turun pada 2009 menjadi US$ 7,2 miliar. Tahun lalu impor besi dan baja kembali turun menjadi hanya US$ 5,73 miliar sampai November.

KARTIKA CANDRA

Sumber Berita :
http://www.tempointeraktif.com/hg/bisnis/2011/01/10/brk,20110110-305151,id.html

Steel News
SteelBB

SBB writes original, independent, global steel news and steel price information. We produce steel industry reports, conduct bespoke research, create maps and hold steel industry events around the world.


Metal Bulletin

Metal Bulletin is the leading source of the very latest global steel and metals market news, prices and expert analysis


Steel Guru

Online billet price in India, Tmt Bar Price, Rebar price, HDG, Galvanized Price in India, Cr Coil Price, cold Roll Prcie, Hr coil Price, iron ore Prcie


Steel.org

American Iron and Steel Institute


World Steel

World Steel Association


MEPS (International) LTD

MEPS (International) LTD is a leading consultancy company operating in the steel sector worldwide.


Steel Orbis

SteelOrbis is a unique e-marketplace and market intelligence provider that offers up-to-date news on the steel industry and steel trading from one single source.


Share |

Komentar Anda :



Info terkait :