Selamat datang di steelindonesia.com,  Join free | Sign in 
 
Berita Seputar Industri Besi dan Baja

Tren Kenaikan Harga Baja Akan Berlanjut di Kuartal II

Friday, 13 04 2012

Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia memproyeksikan kenaikan harga baja yang terjadi di kuartal I 2012 masih akan berlanjut di kuartal II. Irval Kamal Hakim, Wakil Ketua Asosiasi Industri Besi dan Baja, mengatakan di kuartal I ada kenaikan harga baja 12%-15% dan akan terus naik bertahap naik hingga Juni.

“Kenaikan harga baja internasional dari US$ 650 per metrik ton, sekarang sudah US$ 750 per metrik ton seiring kenaikan bahan baku,” kata dia di Jakarta, Kamis.

Irvan sebelumnya mengatakan kenaikan harga baja, selain karena kenaikan harga bijih besi juga dipengaruhi lonjakan permintaan baja di China. Dari 1,4 miliar ton per tahun produksi baja dunia, 50%  di antaranya atau sekitar 700 juta ton dikontribusi dari  produksi China.

Berdasarkan data Bloomberg, harga baja pada Desember 2011-Februari 2012 telah mengalami peningkatan sebesar 3% menjadi US$ 728 per ton dari sebelumnya US$ 710 per ton.

Volatilitas harga baja yang tinggi memungkinkan kenaikan maupun penurunan harga baja ke depan terjadi. Dengan permintaan baja China yang meningkat dapat menjadi pemicu kenaikan harga baja kedepan. Bila prediksi kenaikan harga baja sebesar 10% terjadi, maka harga baja akan naik dikisaran US$ 800 per ton.

Menurut Irvan, 65%-70% pasar baja nasional akan dipasok oleh produksi lokal dan sisanya dari produk impor.  

“Totalnya 9 juta ton atau naik 10% dibanding tahun ini. Itu total konsumsi untuk seluruh jenis baja,” kata dia.

Total produksi baja nasional di 2012 diperkirakan mencapai 6,3 juta ton, sehingga kebutuhan pasar sisanya sebesar 2,7 juta ton dipenuhi dari impor. Kontribusi terbesar konsumsi baja nasional masih akan berasal dari sektor infrastruktur dan otomotif.

“Impor tidak bisa dilihat per kuartal. Karena ada periode dia tinggi juga rendah. Tapi saya kira kuartal I angka impor relatif standar,” kata dia.

Menurut Departemen IFT, kenaikan harga baja dunia akan diikuti kenaikan harga produk baja nasional seiring meningkatnya harga bahan baku baja dunia. Apalagi kebutuhan baja domestik 30% dipenuhi melalui impor. Akibatnya kenaikan harga baja ini dapat membebani biaya produksi produk hilir baja.

Kebutuhan baja domestik semakin meningkat yang didorong oleh meningkatnya industri otomotif, sektor konstruksi dan infrastruktur. Apalagi dengan adanya Masterplan Percepatan, Perluasan, dan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) akan mendorong permintaan akan baja, dimana program infrastruktur akan membutuhkan baja. Fase I (2011-2015) dimulainya pembangunan infrastruktur.

Tahun ini industri baja nasional diproyeksi bisa tumbuh 10% seiring dengan pertumbuhan konsumsi baja nasional.

Sumber Berita :
http://www.steelindonesia.com ;http://www.indonesiafinancetoday.com/read/25142/Tren-Kenaikan-Harga-Baja-Akan-Berlanjut-di-Kuartal-II

Steel News
SteelBB

SBB writes original, independent, global steel news and steel price information. We produce steel industry reports, conduct bespoke research, create maps and hold steel industry events around the world.


Metal Bulletin

Metal Bulletin is the leading source of the very latest global steel and metals market news, prices and expert analysis


Steel Guru

Online billet price in India, Tmt Bar Price, Rebar price, HDG, Galvanized Price in India, Cr Coil Price, cold Roll Prcie, Hr coil Price, iron ore Prcie


Steel.org

American Iron and Steel Institute


World Steel

World Steel Association


MEPS (International) LTD

MEPS (International) LTD is a leading consultancy company operating in the steel sector worldwide.


Steel Orbis

SteelOrbis is a unique e-marketplace and market intelligence provider that offers up-to-date news on the steel industry and steel trading from one single source.


Share |

Komentar Anda :



Info terkait :